Pelajari fungsi shoe tree, manfaatnya untuk menjaga bentuk sepatu, mencegah bau, mengurangi kerutan, serta tips memilih shoe tree yang tepat agar sepatu lebih awet.
Banyak orang rela mengeluarkan biaya besar untuk membeli sepatu berkualitas, tetapi masih mengabaikan perawatan setelah digunakan. Padahal, sepatu yang dirawat dengan baik tidak hanya terlihat lebih menarik, tetapi juga mampu bertahan jauh lebih lama dibandingkan sepatu yang dibiarkan begitu saja.
Salah satu perlengkapan yang sering direkomendasikan oleh kolektor sepatu maupun pengrajin alas kaki adalah shoe tree. Meski bentuknya sederhana, aksesori ini memiliki peran penting dalam menjaga bentuk sepatu, mengurangi kerutan pada bagian upper, hingga membantu menyerap kelembapan setelah dipakai.
Jika Anda belum pernah menggunakan shoe tree, artikel ini akan membantu memahami mengapa aksesori kecil ini layak menjadi investasi bagi siapa saja yang ingin menjaga koleksi sepatunya tetap dalam kondisi terbaik.
Apa Itu Shoe Tree?
Shoe tree adalah alat yang dimasukkan ke dalam sepatu ketika tidak digunakan. Bentuknya mengikuti kontur kaki sehingga mampu menjaga struktur sepatu tetap stabil.
Shoe tree tersedia dalam berbagai material, seperti:
- Kayu cedar
- Kayu beech
- Plastik
- Kombinasi logam dan kayu
Di antara semuanya, shoe tree berbahan kayu cedar menjadi pilihan paling populer karena mampu menyerap kelembapan sekaligus membantu mengurangi bau pada sepatu.
Mengapa Sepatu Berubah Bentuk?
Setiap kali digunakan, kaki menghasilkan panas dan keringat. Kondisi tersebut membuat material sepatu, terutama kulit, menjadi lebih lentur.
Saat sepatu dilepas tanpa penyangga, bagian depan akan perlahan mengempis dan muncul lipatan permanen pada area yang sering menekuk ketika berjalan.
Semakin sering kondisi ini terjadi, semakin cepat bentuk asli sepatu berubah.
Di sinilah shoe tree berperan menjaga struktur sepatu tetap seperti semula.
Manfaat Menggunakan Shoe Tree
1. Menjaga Bentuk Sepatu
Fungsi utama shoe tree adalah mempertahankan bentuk asli sepatu.
Hal ini sangat penting terutama pada sepatu kulit formal, loafers, derby, oxford, maupun sneakers premium yang memiliki konstruksi lebih kokoh.
Dengan bentuk yang tetap terjaga, sepatu akan terlihat lebih rapi meskipun telah digunakan dalam waktu lama.
2. Mengurangi Kerutan pada Kulit
Kerutan memang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya.
Namun shoe tree membantu mengurangi lipatan yang muncul setelah sepatu dipakai seharian.
Saat kulit kembali mengering dalam posisi tertopang, kerutan akan tampak lebih halus dibandingkan jika sepatu dibiarkan kosong.
3. Membantu Menyerap Kelembapan
Kaki manusia dapat menghasilkan cukup banyak keringat setiap hari.
Jika kelembapan dibiarkan berada di dalam sepatu terlalu lama, risiko munculnya bau tidak sedap dan jamur akan meningkat.
Shoe tree berbahan kayu membantu menyerap sebagian kelembapan tersebut sehingga bagian dalam sepatu lebih cepat kering.
4. Mengurangi Bau
Kayu cedar memiliki aroma alami yang menyegarkan.
Selain menyerap kelembapan, material ini membantu mengurangi aroma tidak sedap yang muncul akibat penggunaan rutin.
Meskipun bukan pengganti pembersihan sepatu secara menyeluruh, shoe tree dapat menjadi langkah preventif yang efektif.
5. Memperpanjang Umur Sepatu
Semua manfaat di atas pada akhirnya berdampak pada usia pakai sepatu.
Struktur yang tetap stabil, kelembapan yang lebih terkendali, dan berkurangnya kerutan membuat material sepatu tidak cepat rusak.
Jenis-Jenis Shoe Tree
Shoe Tree Kayu Cedar
Jenis ini paling banyak direkomendasikan.
Kelebihannya:
- Menyerap kelembapan.
- Mengurangi bau.
- Membantu menjaga bentuk sepatu.
- Awet digunakan bertahun-tahun.
Shoe Tree Plastik
Lebih ringan dan harganya relatif terjangkau.
Cocok digunakan saat bepergian karena bobotnya ringan.
Namun kemampuannya dalam menyerap kelembapan tidak sebaik kayu.
Shoe Tree Premium
Beberapa produsen menawarkan shoe tree dengan sistem pegas dan bentuk anatomis yang mengikuti kontur sepatu secara lebih presisi.
Jenis ini biasanya digunakan untuk sepatu kulit premium.
Cara Menggunakan Shoe Tree
Menggunakan shoe tree sangat mudah.
- Lepaskan sepatu setelah digunakan.
- Bersihkan debu jika diperlukan.
- Longgarkan tali sepatu.
- Masukkan bagian depan shoe tree terlebih dahulu.
- Tekan bagian belakang hingga seluruh shoe tree masuk dengan pas.
Hindari memaksakan ukuran yang terlalu besar karena dapat memberikan tekanan berlebihan pada struktur sepatu.
Kapan Shoe Tree Sebaiknya Dipasang?
Waktu terbaik adalah sekitar 20–30 menit setelah sepatu dilepas.
Mengapa tidak langsung?
Karena sepatu masih sangat hangat dan lembap akibat pemakaian.
Memberi jeda sebentar memungkinkan panas berlebih keluar sebelum shoe tree mulai menyerap kelembapan.
Apakah Semua Sepatu Membutuhkan Shoe Tree?
Tidak semua.
Shoe tree paling direkomendasikan untuk:
- Sepatu kulit asli.
- Loafers.
- Oxford.
- Derby.
- Boots kulit.
- Sneakers premium berbahan kulit.
Untuk sepatu olahraga berbahan mesh atau knit, shoe tree bukan kebutuhan utama, meskipun tetap dapat membantu menjaga bentuknya.
Tips Merawat Sepatu Agar Lebih Awet
Selain menggunakan shoe tree, lakukan beberapa kebiasaan berikut:
- Jangan memakai sepatu yang sama setiap hari.
- Bersihkan debu setelah digunakan.
- Simpan di tempat yang kering.
- Hindari sinar matahari langsung saat mengeringkan.
- Gunakan pelindung sepatu sesuai materialnya.
- Bersihkan noda sebelum mengering.
Perawatan sederhana yang dilakukan secara rutin jauh lebih efektif dibandingkan membersihkan sepatu hanya ketika sudah sangat kotor.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
Banyak orang membeli shoe tree, tetapi menggunakannya dengan cara yang kurang tepat.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
- Memilih ukuran terlalu besar.
- Memasukkan shoe tree secara paksa.
- Menyimpan sepatu dalam kondisi basah.
- Tidak membersihkan shoe tree secara berkala.
- Menggunakan shoe tree plastik untuk sepatu kulit premium yang membutuhkan penyerapan kelembapan lebih baik.
Tips Memilih Shoe Tree
Saat membeli shoe tree, perhatikan beberapa hal berikut:
- Sesuaikan ukuran dengan nomor sepatu.
- Pilih material kayu cedar jika memungkinkan.
- Pastikan sistem pegas bekerja dengan baik.
- Hindari produk yang terlalu longgar atau terlalu sempit.
- Gunakan satu shoe tree untuk satu pasang sepatu agar hasilnya optimal.
Kesimpulan
Shoe tree merupakan aksesori sederhana yang sering dianggap sepele, padahal manfaatnya sangat besar bagi umur pakai sepatu. Dengan menjaga bentuk, membantu mengurangi kelembapan, meminimalkan kerutan, dan menjaga tampilan sepatu tetap rapi, shoe tree menjadi investasi yang sepadan, terutama bagi pemilik sepatu kulit maupun koleksi premium.
Dipadukan dengan kebiasaan membersihkan dan menyimpan sepatu dengan benar, penggunaan shoe tree dapat membantu menjaga kualitas alas kaki selama bertahun-tahun. Jika Anda ingin sepatu tetap nyaman dipakai sekaligus terlihat seperti baru lebih lama, mulai pertimbangkan untuk menjadikan shoe tree sebagai bagian dari rutinitas perawatan sepatu.
FAQ
Apakah shoe tree hanya untuk sepatu kulit?
Tidak. Shoe tree juga dapat digunakan pada sneakers dan jenis sepatu lainnya, meskipun manfaatnya paling terasa pada sepatu kulit.
Material shoe tree apa yang terbaik?
Kayu cedar menjadi pilihan favorit karena mampu menyerap kelembapan sekaligus membantu mengurangi bau.
Haruskah setiap pasang sepatu memiliki shoe tree sendiri?
Idealnya ya, terutama jika Anda memiliki beberapa pasang sepatu yang digunakan bergantian.
Apakah shoe tree bisa menghilangkan kerutan sepenuhnya?
Tidak. Shoe tree membantu mengurangi dan memperlambat terbentuknya kerutan, tetapi tidak dapat menghilangkannya secara total jika lipatan sudah permanen.